sejarah jembatan barelang

Pada Tahun 1991 Bapak Bj Habibie berkeliling di pulau batam dan rempang menggunakan helikopter. Hal ini dilakukan mengingat keinginannya untuk mendatangkan para investor yang ingin mengembangkan pulau batam. Sejarah jembatan barelang dimulai pada saat BJ Habibie melihat pulau –pulau yang berdekatan dengan Batam karena itu munculah gagasan untuk membangun sebuah jembatan yang bisa menghubungkan pulau-pulau tersebut.

Asisten 1 bidang usaha umum  ketua otorita batam bapak Ir. Gunawan Hadisusilo kala itu akhirnya menanggapi keinginan BJ Habibie, dengan menerjemahkan konsep Bj Habibie dengan menyusun desain dan kerangka teknisnya. Dari sejarah pembangunan jembatan barelang ini bapak Ir. Gunawan ditunjuk menjadi ketua Tim pembangunan jembatan tersebut.

Pembangunan jembatan dimulai tahun 1993 dengan membangun jalan trans yang akan menghubungkan pulau batam hingga ke galang dengan melewati pulau-pulau seperti rempang, stokok dll. Ternyata pembangunan jembatan ini bukan hanya satu melainkan ada 6 jembatan. Langkah awal yang dilakukan adalah pembuatan detail jalan dan jembatan ditunjuk tim LAPl dari |ITB (Institut Teknologi Bandung) sementara untuk pembuatan Master Plan Barelang ditunjuk tim LEMTEK dari UI (Universitas Indonesia), dan untuk evaluasi dampak sosial dilakukan oleh UGM (Universitas Gajah Mada). Dari Sejarah jembatan barelang ini menyatakan bahwa Proyek pembuatan enam jembatan antar pulau yang dibidani oleh Ir Gunawan ini merupakan proyek jembatan pertama kali yang dilaksanakan di Indonesia, khususnya dalam hal teknologi, apalagi mulai dari desain, pelaksanaan dan pengawasan dilaksanakan oleh putera-puteri Indonesia tanpa melibatkan pekerja asing. Untuk masalah biaya menghabiskan lebih dari Rp 400 miliar. Jika dilihat dari Biaya yang dihabiskan maka sangat sebanding jika dilihat dari kemegahan jembatan kokoh ini.

Hingga tahun 1998 akhirnya keenam jembatan barelang dapat terselesaikan dengan memiliki nama sendiri-sendiri di ambil dari nama raja-raja melayu yang pernah berjasa di wilayah kepulauan riau. Diantara nama jembatan tersebut adalah

Jembatan Barelang 1.
Jembatan berjenis Cable Stayed karena menggunakan penahan seperti kabel yang di gantungkan pada tiang ini adalah jembatan yang paling dikenal oleh masyarakat dan sekaligus menjadi ikon kota batam. Jembatan pertama ini menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton dan memiliki panjang 642 meter lebar 21,5 meter dan tinggi 350 meter. Jembatan ini diberi nama jembatan Tengku Fisabililah.

Jembatan Barelang 2.
Jembatan yang kedua ini menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, berbentuk lurus tanpa lengkungan dan memiliki panjang 420 meter, lebar 15 meter dan tinggi. 160 meter namun tidak kalah megahnya dengan Jembatan sebelumnya yakni jembatan tengku fisabililah. Jembatan yang ke dua ini diberi nama jembatan Narasinga.

Jembatan Barelang 3.
Jembatan yang lurus tanpa hiasan tepi ini merupakan jembatan ketiga yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok dan memiliki panjang 270 meter, tinggi 45 meter, dan lebar 15 meter. Jembatan ini diberi nama jembatan ali haji.

Jembatan Barelang 4.
Jembatan yang keempat ini menghubungkan Pulau Setokok dan pulau rempang , berjenis Concrete Box Girder atau berbentuk lurus tanpa lengkungan dan memiliki panjang 365 meter, lebar 18 meter dan tinggi. 145 meter .Jembatan yang ke empat ini diberi nama jembatan Sultan Zainal Abidin.

Jembatan Barelang 5.
Jembatan berikutnya yaitu jembatan 5 yang berjenis Pelengkung ini menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang dan memiliki panjang tinggi lebar 385 x 245 x 31 meter. Dinamakan jembatan Tuanku Tambusi.

Jembatan Barelang 6.
Jembatan yang terakhir atau keenam ini juga berjenis Concrete Box Girder. menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru dan memiliki panjang tinggi lebar 180 x 45 x 9,5 meter. Jembatan ini diberi nama jembatan Raja Kecil. Jembatan yang keenam ini juga menjadi viral karena menghubungkan sebuah pulau yang pernah menjadi tempat pengungsian 250.000 penduduk Vietnam pada tahun 1975-1996 atau di namakan Camp Vietnam.

Meskipun jembatan ini memiliki nama sendiri sendiri namun masyarakat lebih mengenal dengan sebutan jembatan barelang. Kata “BARELANG” sendiri diambil dari pulau – pulau yang telah dihubungkan yaitu Batam-Rempang-Galang. Sehingga untuk memudahkan penyebutan masyarakat menyingkatnya menjadi jembatan barelang. Hingga kini jembatan-jembatan ini telah membantu perekonomian masyarakat dan mengembangkan pulau batam dengan mendatangkan banyak Investor.

Sejarah Jembatan Barelang telah menghantarkan perjalanan kota batam yang berhasil menyatukan pulau-pulau yang berada di sekelilingnya. Hingga kemegahan jembatan ini sangat dikagumi oleh masyarakat indonesia maupun para wisata asing. Bahkan selain menjadi ikon kota batam jembatan barelang juga menjadi aset wisata kota batam.

Leave a Reply